Seharusnya Seperti Ini Struktur Otoritas Keluarga Orang Percaya Di Dalam Tuhan

StevenAgustinus.com – Sumber dari berbagai masalah dalam keluarga adalah karena adanya kekacauan atau ketidak-teraturan dalam struktur otoritas di keluarga tersebut. Untuk itu sebelum kita dipakai Tuhan dengan luar biasa, kita harus memastikan dan mempersiapkan keluarga inti kita untuk bisa berada di struktur otoritas yang akurat sesuai dengan yang Tuhan perintahkan kepada kita. Sehingga sebagai satu keluarga, kita bisa bersama-sama melayani Tuhan dengan efektif dan berdampak luar biasa.

1. Tuhan adalah Kepala keluarga yang sesungguhnya

follow instagram : @stevenagustinus

Setiap anggota keluarga harus menjadikan Tuhan dan setiap perkataanNya sebagai otoritas tertinggi dalam keluarga mereka. Setiap anggota keluarga yang sengaja hidup di luar kebenaran atau arahan Tuhan, sesungguhnya sedang menjadikan dirinya sendiri sebagai pintu masuk untuk roh-roh dunia dapat mengganggu dan merusak keluarganya sendiri. Itulah sebabnya, dimulai dari kesehatian pasangan suami-istri dalam menghidupi kebenaran dan arahan Tuhan, mereka dapat memultiplikasikan kebenaran yang sudah mereka hidupi ke dalam hidup anggota keluarga lainnya maupun anak-anak yang Tuhan berikan dalam hidup mereka.

baca juga : Arti Kesehatian menurut Tuhan

2. Seorang pria atau suami harus merepresentasikan Kristus sang Kepala

follow instagram : @stevenagustinus

Seorang pria tidak begitu saja dapat memakai otoritas sebagai seorang kepala keluarga tanpa ia sendiri menghubungkan dirinya kepada Kristus sang Kepala dari segala sesuatu; seorang pria yang tidak menghubungkan diri dengan Kristus tetapi ingin memakai otoritasnya sebagai seorang kepala keluarga, biasanya akan berakhir dengan penyalahgunaan wewenang – sang istri dan anak-anak mereka akan jadi merasa hidup dalam penindasan atau pemaksaan, bukan merasa terayomi. Itulah sebabnya, seorang suami wajib memiliki persekutuan pribadi yang hidup dan sehat dengan Kristus sang Kepala.

baca juga : Beberapa Sikap Suami Kepada Istri Yang Tidak Berkenan Di Hadapan Tuhan

3. Istri adalah penolong yang sepadan

follow instagram : @stevenagustinus

Ketika seorang istri mendapati bagaimana suaminya terus memberikan pengayoman, tuntunan, kasih, perhatian dan penerimaan tanpa syarat, ia jadi memiliki setiap unsur yang di butuhkan untuk dirinya dapat bertumbuh secara maksimal dalam segala hal. Inilah atmosfir rohani yang di butuhkan untuk seorang istri dapat berfungsi sebagai penolong yang sepadan bagi suaminya.

Seorang istri yang ‘bangkit dari segala keterbatasannya’ karena keberadaan seorang suami yang tidak berfungsi pada tempatnya, biasanya ia cenderung menjadi seorang istri yang dominan dan kalaupun ia bisa tetap menghargai suaminya di hadapan banyak orang, di dalam batin si istri tetap tersimpan suatu ‘ganjalan yang tidak terkatakan’ – walau ia bisa berfungsi secara sempurna untuk menggantikan peranan suaminya, tetapi tidak bisa disangkali, ia tetap menyadari bahwa dirinya sedang mengingkari kodratnya sebagai seorang penolong.

baca juga : Inilah Sikap Istri Yang Menyakiti Hati Suaminya Dan Tidak Berkenan Di Hadapan Tuhan

4. Setiap anak yang Tuhan berikan adalah ‘penambahan individu dalam keluarga’, bukan ‘raja kecil’ yang menentukan jalannya kehidupan keluarga

follow instagram : @stevenagustinus

Seringkali sebuah keluarga dalam semalam bisa mengalami suatu perubahan besar – saat sang istri melahirkan anak. Apalagi jika memang ini adalah merupakan anak yang sudah sekian waktu lamanya di nanti-nanti dalam keluarga tersebut, seketika seluruh aspek kehidupan dalam keluarga segera di kondisikan untuk menyesuaikan diri dengan sang anak tersebut. Sang suami jadi lebih memperhatikan anaknya ketimbang sang istri yang sudah melahirkan anak tersebut.

baca juga : Pernahkah Bertanya, Mengapa Tuhan Persatukan Kita Dengan Pasangan Hidup Kita ?

Demikian pula, tidak sedikit istri yang jadi lebih mengutamakan sang anak daripada suaminya – belahan jiwanya sendiri. Segala bentuk ketidak-akuratan dalam hirarki keluarga akan menjadi celah – pintu masuk dari roh-roh dunia maupun aktivitas Iblis lainnya. Benahi hirarki dalam keluarga dan ketika keluarga hidup dalam keakuratan, keluarga yang bersangkutan jadi menikmati bekerjanya kuasa anugerah dan perkenanan Bapa secara nyata.

Ps. Steven Agustinus