Sebagai Milik Kepunyaan Tuhan, Apa Yang Kita Akan Nikmati & Yang Harus Kita Lakukan ?

StevenAgustinus.com – Secara naluriah semua orang pasti memiliki keinginan, ambisi dan cita-cita, namun banyak orang yang selama ini hidup dalam tekanan, intimidasi dan tertindaslah yang biasanya sudah tidak  lagi memiliki keinginan atau bahkan harapan.

Tetapi ketika secara sadar seseorang menyerahkan ‘kendali hidup’ yang selama ini ‘ia pegang’ ke tangan Roh Kudus dan menyerahkan diri sepenuhnya untuk ‘ditarik’ ke arah kehidupan yang Ia inginkan (Agō, yang juga dapat diterjemahkan sebagai dipimpin secara dituntun, untuk membawa sampai ke titik tujuan seperti menuntun seekor binatang; dipimpin dengan cara ditemani hingga tiba di tempat tujuan) maka sesungguhnya orang tersebut sudah ‘menjadi milik Tuhan’

Efesus 1:14 – Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

1. Sebagai ‘milik kepunyaanNya’, Tuhan sendiri akan memperlakukan kita secara istimewa.

Sebagai milik kepunyaan Tuhan, Dia sendiri yang akan memperlakukan kita secara istimewa. Dia menyebut dan memperlakukan kita sebagai ‘biji mataNya’. Ulangan 32:10 – Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya.

Dia mengutus para malaikatNya untuk menjagai dan melayani kita. Mazmur 91:11-12 – sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu. Ibrani 1:14 – Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan? 

Dia mengkondisikan kita untuk dapat hidup sebagai orang yang diberkati. Ulangan 7:12-15 – “Dan akan terjadi, karena kamu mendengarkan peraturan-peraturan itu serta melakukannya dengan setia, maka terhadap engkau TUHAN, Allahmu, akan memegang perjanjian dan kasih setia-Nya yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu. Ia akan mengasihi engkau, memberkati engkau dan membuat engkau banyak; Ia akan memberkati buah kandunganmu dan hasil bumimu, gandum dan anggur serta minyakmu, anak lembu sapimu dan anak kambing dombamu, di tanah yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepadamu. Engkau akan diberkati lebih dari pada segala bangsa: tidak akan ada laki-laki atau perempuan yang mandul di antaramu, ataupun di antara hewanmu. TUHAN akan menjauhkan segala penyakit dari padamu, dan tidak ada satu dari wabah celaka yang kaukenal di Mesir itu akan ditimpakan-Nya kepadamu, tetapi Ia akan mendatangkannya kepada semua orang yang membenci engkau.” Yeremia 17:7 – Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!  

Dia membuat kita menikmati kehidupan yang berbeda dibanding semua orang lain di bumi iniKeluaran 33:16 – dan dengan yang terbaik dari bumi serta segala isinya; dengan perkenanan Dia yang diam dalam semak duri. Biarlah itu semuanya turun ke atas kepala Yusuf, ke atas batu kepala orang yang teristimewa di antara saudara-saudaranya. Mazmur 91:7-8 – Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik. Mazmur 92:12-15 – mataku memandangi seteruku, telingaku mendengar perihal orang-orang jahat yang bangkit melawan aku. Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, 

Dia akan selalu menyertai kita. Matius 1:23 – “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” –yang berarti: Allah menyertai kita. Matius 28:20 – dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

2. Sebagai milik kepunyaan Tuhan, kita harus memfokuskan diri kepada hal-hal yang berasal dari Roh

Karena sudah menjadi milik kepunyaan Tuhan, kita harus mendisiplin diri untuk mengalihkan ‘fokus kehidupan’ yang selama ini kita miliki dari berfokus pada perasaan, pikiran, kebutuhan dan keinginan kita pribadi; jadi berfokus pada hal-hal yang berasal dari Roh: penyingkapan firman, agenda Kerajaan, kebaikan Tuhan dan lain-lain

Matius 6:33 – Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Roma 8:5 – Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh

2Korintus 4:18 – Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal. 

Kolose 3:1-4 – Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan. 

Orang yang sudah menjadi milik kepunyaan Tuhan tapi tetap berfokus pada kepentingan pribadi, ia tidak akan bisa mendedikasikan kehidupan yang memperkenan hati Bapa, 2 Timotius 2:4 – Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. Pastikan kita terus belajar mendisiplin diri untuk berfokus melatih diri kita (membangun manusia roh) seperti seorang olahragawan, berfokus untuk terus menabur benih firman dalam batin kita seperti seorang petani dan terus berfokus untuk berjaga-jaga seperti seorang prajurit – memastikan tidak ada gangguan dari roh-roh dunia dalam kehidupan kita

2 Timotus 2:3-7 – Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga. Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya. Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu.

3. Pastikan kita selalu dilingkupi oleh realita hadiratNya dan damai sejahtera IlahiNya.

Pastikan kita terus mengkondisikan diri untuk selalu dilingkupi oleh realita hadiratNya dan damai sejahtera IlahiNya. Berdoalah dalam bahasa roh sedemikian rupa sehingga aliran air hidup dalam batin kita akan terus mengalir secara leluasa. Aliran air hidup inilah yang akan membuat kota Allah (diri kita) terus bersuka. Mazmur 46:4-5 – Pastikan kita terus mengkondisikan diri untuk selalu dilingkupi oleh realita hadiratNya dan damai sejahtera IlahiNya.

Kondisikan untuk berbagai dimensi Ilahi terus bekerja melingkupi batin kita. Nature manusia roh kita akan terus tercetak mengikuti dimensi rohani yang secara berkelanjutan bekerja dalam batin kita. Itulah sebabnya dengan sangat cemburu Tuhan berkehendak, bahkan cenderung mencari-cari alasan untuk menaruh RohNya atas hidup kita. Yakobus 4:5 – Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: “Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!” 

~ Ps. Steven Agustinus ~