Menarik Turun Janji Tuhan Dari Alam Roh Untuk Mulai Kita Nikmati Di Alam Lahiriah

StevenAgustinus.com – Apapun kebutuhan yang akan muncul dalam perjalanan kita mengikuti arahan Roh, sesungguhnya semua sudah Bapa sediakan di alam roh dalam bentuk dimensi rohani. Namun permasalahannya, kita masih hidup di dimensi lahiriah dengan berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan aspek lahiriah seperti kesehatan fisik, uang, keluarga dan lain sebagainya.

Efesus 1:3 – Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. 

Untuk itu ada beberapa hal yang harus kita ketahui agar bisa menikmati janji yang Tuhan sudah sediakan untuk kita terima di alam lahiriah :

1. Apapun yang sudah Bapa sediakan di alam roh untuk memenuhi kebutuhan kita, walau awalnya berbentuk dimensi rohani tetapi hal itu dapat kita ubah (di-materialisasi-kan) ke dimensi lahiriah ini

follow instagram : @stevenagustinus

Tidak bisa dipungkiri bahwa jika kita memang perlu membeli sesuatu maka kita juga membutuhkan sejumlah uang untuk dapat kita pakai sebagai alat penukar yang memang berlaku di bumi (dimensi lahiriah) ini. Sebelum kebutuhan akan sejumlah uang ‘muncul ke permukaan’, sesungguhnya Bapa sudah menyediakan kebutuhan tersebut di alam roh, dalam bentuk dimensi rohani.

Jadi sebagai anak tebusanNya, kita tidak perlu merasa was-was atau cemas dengan munculnya ‘kebutuhan itu’; Bapa sudah mengetahui adanya kebutuhan itu dan Ia sudah mempersiapkannya bagi kita. Yang harus kita lakukan hanyalah ‘memindahkan dan mengubahkan’ – memastikan apa yang sudah Bapa sediakan tersebut tidak terus ada di surganya yang kudus dalam bentuk dimensi rohani tetapi menjadi suatu realita di alam lahiriah ini.

2. Untuk ‘memindahkan dan mengubahkan’ apa yang sudah Bapa sediakan menjadi suatu jawaban bagi (apapun bentuk dari) kebutuhan kita, dibutuhkan suatu ‘prosedural rohani’ untuk merealisasikannya

a. Kita membutuhkan hati nurani yang murni dan tidak mendakwa kita di hadapan hadirat Tuhan

 

follow instagram : @stevenagustinus

– Korban Kristus di atas kayu salib mengampuni segala dosa dan memberi kita hati nurani yang baru, tak bercacat cela

Ibrani 9:14

Betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup. 

– Darah Yesus menjadi ‘jalan yang baru dan hidup’ untuk kita masuk dan menghadap hadirat Bapa

Ibrani 10:19-22

19)  Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, 
20)  karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, 
21)  dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. 
22)  Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. 

– Tekad untuk hidup dalam kebenaran akan mengkondisikan diri kita dapat menikmati bekerjanya kuasa darah Yesus

1 Yohanes 1:7-9

7)  Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa. 
8)  Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. 
9)  Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. 

– Dengan hati nurani kita tidak mendakwa saat ada dalam hadiratNya, kita jadi memiliki keberanian dan keyakinan untuk meminta sesuatu dari Bapa dan pasti menerimanya

1 Yohanes 3:21-22
21) Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah, 
22) dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. 

b. Kita memiliki Imam besar yang telah menjadi perantara sempurna dan terus bersyafaat bagi kita di hadapan Bapa

follow instagram : @stevenagustinus

Ibrani 4:14-16

14)  Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. 
15)  Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. 
16)  Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya. 

Setiapkali kita masuk dalam hadirat Bapa, Ia tidak lagi memperhitungkan keberadaan manusiawi kita yang mungkin masih memiliki banyak kelemahan dan kekurangan. Namun Ia melihat dan memperhitungkan korban Kristus dalam hidup kita.

Bahkan pada prinsipnya, apapun yang menjadi doa dan permohonan kita, karena peranan dari Yesus Sang Imam besar, maka Bapa akan selalu memberi respon yang positif – yang Dia dengarkan adalah permohonan dari Sang Imam besar yang terus bersyafaat bagi kita

Ibrani 5:7-10

7 ) Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. 
8)  Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, 
9)  dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya, 
10)  dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah, menurut peraturan Melkisedek. 

c. Kita di dampingi oleh Roh Kudus, sang Penolong yang akan menuntun kita dalam berinteraksi dengan Bapa dan mematerialisasikan apa yang sudah Bapa sediakan di alam roh menjadi realita dalam alam lahiriah ini.

follow instagram : @stevenagustinus

1 Korintus 2:9-10

9) Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” 
10) Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. 

Roh Kudus akan ‘menyelidiki’ hati dan pikiran Bapa lalu menyatakannya kepada kita, semua yang sudah dinyatakan oleh Roh artinya sudah siap untuk ‘dinikmati’ – tinggal kita ‘pindahkan’ ke alam lahiriah ini untuk di nikmati realitanya. Roh akan mulai memberi ‘kata-kata kunci’ yang harus terus kita perkatakan sedemikan rupa sehingga seluruh alam kesadaran kita mulai ‘terpengaruh’ dan ‘meyakini’ apa yang di ucapkan tersebut.

Biasanya kondisi emosi yang kita miliki jadi ikut bergelora, antusias, bersemangat – itu adalah tanda bahwa sesuatu sedang terjadi di alam roh dan hal tersebut sedang mempengaruhi alam lahiriah kita ini. Bersiaplah karena saat hal itu mulai terjadi, biasanya realita jawaban yang kita butuhkan hanyalah masalah waktu belaka

Markus 11:22-24

22) Yesus menjawab mereka: “Percayalah kepada Allah! 
23) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. 
24) Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. 

Ps. Steven Agustinus