9 September 2017

Pencurahan Roh yang sekali lagi akan Tuhan lakukan atas gerejaNya memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan aspek ikatan janji antara Dia dengan sekelompok orang yang terus mengejar realita Tuhan & keterhubungan orang-orang lain dengan ‘kelompok khusus’ tersebut.

1. Pencurahan Roh adalah wujud dari ikatan janji yang Tuhan lakukan dengan para bapa iman.
Galatia 3:14 Yesus Kristus telah membuat ini, SUPAYA DI DALAM DIA BERKAT ABRAHAM SAMPAI KEPADA BANGSA-BANGSA LAIN, sehingga OLEH IMAN KITA MENERIMA ROH YANG TELAH DIJANJIKAN itu.
Tuhan memanggil Abraham untuk memulai perjalanan destiny sebagai bapa atas orang-orang percaya dan membuat ikatan janji denganNya. Ia terus melanjutkan ikatan janji tersebut pada generasi yang selanjutnya.
Tanpa pertama-tama kita terhubung dengan orang yang sudah menerima ikatan janji, kita tidak akan pernah bisa terhubung dengan ikatan janji itu sendiri.

Itu sebabnya adalah penting untuk kita belajar mengenali, menghubungkan diri dan meleburkan diri dalam suatu komunitas yang memang hidup dalam ikatan janji dengan Tuhan. Sadari bahwa tidak semua orang yang mengaku ‘kristen’ adalah orang yang sudah memiliki ikatan janji dengan Tuhan!
a. Ikatan janji hanya akan Tuhan berikan kepada mereka yang dengan tekun terus mengejar kebenaran & realita hadiratNya.
b. Ikatan janji hanya datang atas mereka yang menjalani hidup dalam penyangkalan diri & pikul salib setiap hari.
c. Ikatan janji hanya akan dinikmati oleh mereka yang hidup dalam destiny & terus menggenapkan agenda Kerajaan melalui kehidupan sehari-hari mereka.

Kenalilah kondisi komunitas orang percaya (gereja lokal) yang ada, tanpa gereja yang bersangkutan hidup dalam kebenaran, sangkal diri/ pikul salib dan mengejar destiny, komunitas tersebut tidak mungkin memiliki ikatan janji dengan Tuhan!

2. Keterhubungan yang ada biasanya terbangun karena didasari oleh adanya kesamaan kecenderungan hati, kehausan-kelaparan akan realita Tuhan & proses pembentukan Roh yang pernah dialami dalam hidupnya.
Ada banyak orang percaya yang ‘terkumpul’ di berbagai persekutuan, gereja lokal dan sinode yang berbeda; ada banyak jenis pendeta/ pemimpin ‘yang diurapi’, yang memainkan peranan besar dalam membawa kemajuan bagi gereja, bagaimanakah kita akan dapat mengenali mereka yang memang hidup sebagai pembawa ikatan janji dengan Tuhan?

Saat kerinduan untuk hidup meleburkan diri bersama dengan mereka yang membawa ikatan janji dengan Tuhan jadi makin kuat dalam batin seseorang, biasanya Roh Kudus akan menuntun orang tersebut untuk bertemu & mulai berinteraksi dengan seorang pemimpin atau kelompok orang percaya yang ‘hidup dalam ikatan janji’. Melalui interaksi yang terjadi, akan ada berbagai pekerjaan firman & Roh yang akan mulai dinikmati oleh orang yang memiliki kerinduan tersebut; dan karena interaksi kehidupan yang terjadi, kehausan-kelaparan akan realita Tuhan dalam hidupnya akan makin menjadi-jadi. Ada dorongan yang kuat untuk ia makin gila-gilaan mengejar Tuhan & kebenaranNya – sesuatu yang tidak pernah ia dapatkan saat berinteraksi dengan pendeta/ kelompok orang lainnya.
Meski untuk dapat meleburkan diri dalam kelompok pembawa ikatan janji ini dibutuhkan berbagai ‘persyaratan’: rela mati dari cinta akan diri sendiri, cinta akan dunia ini, cinta akan uang; terus memposisikan diri menjadi pelaku firman & membangun kehidupan sehari-hari yang akurat – tapi lakukanlah apa saja yang memang harus kita lakukan demi untuk dapat terhisap dalam ikatan janji tersebut. Karena sungguh, tanpa terhubung dengan orang/ kelompok yang membawa ikatan janji tersebut, kita tidak akan pernah melihat terjadinya pencurahan Roh seperti yang pernah Dia lakukan di loteng Yerusalem.

Sama seperti ranting harus melekat pada pokoknya sebelum bisa terus bertumbuh & menghasilkan buah, demikian pula kita harus memastikan untuk diri kita terhubung secara akurat dengan mereka yang memang sudah terlebih dahulu menerima ikatan janji dengan Tuhan.

Dengan kita terhubung pada ikatan janji yang sama, Tuhan akan membuat kita mulai meyakini prinsip-prinsip kebenaran yang sama; mengalami dinamika pekerjaan Roh yang sama; mengalami proses pembentukan yang sama; menikmati bekerjanya kuasa anugerah yang sama (Ef 4:14-15) – menjadikan kita sebagai TubuhNya di bumi ini. Siap untuk mengerjakan agenda Tuhan yang sama…
Saya menyambut lahirnya generasi baru Tubuh Kristus di bumi ini…

#AkuCintaTuhan (Ps. Steven Agustinus)