12 September 2017

Ikatan janji dengan Tuhan dan orang kegerakan yang Tuhan tetapkan adalah sama dengan kekalnya ikatan janji antara suami dan istri. Kesetiaan dan kepercayaan satu dengan yang lainnya harus selalu termanifestasi untuk mencapai tujuan bersama yaitu menyelesaikan kehendak Tuhan. Kualitas hubungan seperti inilah yang akan senantiasa membuat kegerakan tidak dapat dihentikan dan akan senantiasa bergulir jadi semakin besar. Iblis sangat paham, jika kualitas ikatan janji ini terbangun sempurna, maka otomatis akan jadi sangat membahayakan bagi pekerjaannya.

Saya meyakini bahwa Gereja Tuhan pasti akan mencapai puncak potensinya menjadi pintu gerbang surga diatas muka bumi ini dan melahirkan anak – anak kegerakan yang berpengaruh dan disegani.
Saya percaya, dari pihak Tuhan dan orang kegerakan yang Tuhan tetapkan (bapa rohani yang membawa pola gereja sejati) tidak perlu kita ragukan lagi. Tapi yang seringkali masih meragukan adalah keberadaan kita sebagai jemaat dan anak – anak rohani yang terhubung dengan seorang pemimpin kegerakan. Seringkali sebagai jemaat, kita masih saja ‘wait and see’ dan tidak bisa sepenuh hati memberi diri bagi agenda Tuhan. Dan seringkali ‘berniat meninggalkan’ orang kegerakan ketika secara korporat sedang menghadapi tantangan yang cukup besar. Pendek kata, kita mau ‘senangnya’ saja tapi tidak mau ‘susahnya’; atau kita hanya ingin ‘berkatnya’ saja, tapi menghindari ‘peperangan/konfrontasi’. Mentalitas ini sangatlah membahayakan kegerakan yang ada. Oleh karenanya Tuhan memilih pasukan ‘Gideon’ – orang kegerakan yang Tuhan pilih pada waktu itu untuk berjalan dalam ikatan janji dengan sangat selektif (Hak 7:2-7). Tidak sembarang orang dimasukkan Tuhan untuk maju dalam peperangan. Seolah Tuhan ‘memiliki filosofi’ ; ‘lebih baik sedikit tapi solid dan setia sampai garis akhir’. Karena pada prinsipnya kegerakan ini bukan soal banyak orang, melainkan siapa yang menyertai kita. Jika kita satu roh, satu tujuan, dan satu agenda yang sama, maka disanalah Tuhan berada memerintah bersama dengan kita. Saat Tuhan bersama dengan kita, siapa lawan kita?

Saya pun percaya, seiring dengan Tuhan menambahkan kuantitas dari orang percaya yang akan terhubung dengan ikatan janji, tetapi bukan berarti Tuhan memilih sembarang orang. Melainkan Ia akan memastikan kegerakan kali ini akan melibatkan orang – orang yang setia bertempur dan berperang sampai garis akhir. Pendek kata, orang – orang yang menghargai dan menghormati sakralnya ikatan janji dengan seorang bapa rohani (orang kegerakan) sehingga kegerakan tidak akan pernah bergoncang oleh sebab datang dan perginya orang – orang yang tidak berjalan dalam ikatan janji, melainkan justru akan bertambah kuat dan memberi pengaruh yang besar.

Oleh karena itu saya minta kepada Roh Kudus, agar roh yang setia, dan hati yang tulus akan senantiasa berakar kuat dalam batin kita semua. Terus memimpin kita untuk berjalan bersama orang kegerakan dan menjadi pilar dan penjaga kegerakan yang ada!!

Di dalam nama Yesus, terjadilah….!!#AkuCintaTuhan (Ps. Steven Agustinus)