11 September 2017

Jika kita memperhatikan penulisan silsilah yang ada di kitab Kejadian pasal 5, kita akan dapat mengenali garis keturunan dari orang-orang kudus Tuhan yang membawa ikatan janji dalam kehidupan mereka.

Perhatikan ayat-ayat berikut:
Kejadian 5:4 Umur Adam, setelah MEMPERANAKKAN SET, delapan ratus tahun, dan IA MEMPERANAKKAN ANAK-ANAK LELAKI DAN PEREMPUAN.
Kejadian 5:6-7 Setelah Set hidup seratus lima tahun, IA MEMPERANAKKAN ENOS. Dan Set masih hidup delapan ratus tujuh tahun, setelah ia memperanakkan Enos, dan IA MEMPERANAKKAN ANAK-ANAK LELAKI DAN PEREMPUAN.

Perhatikan bahwa setelah kelahiran Set, Adam masih memiliki banyak anak lain tapi mengapa hanya nama Set yang di sebutkan sebagai garis keturunan Adam? Juga setelah Set memperanakkan Enos, Alkitab menyebut bahwa ia masih memiliki banyak anak lain; tapi mengapa hanya nama Enos yang di sebutkan sebagai garis keturunan Set?
Alasannya tidak lain adalah walau Adam memiliki ada banyak anak lelaki & perempuan, tapi hanya Set-lah yang mewarisi ikatan janji dengan Tuhan. Kita tidak pernah mengetahui anak-anak Adam yang lain karena mereka tidak terhubung/ mewarisi ikatan janji dengan Tuhan. Demikian juga dengan Enos; hanya dirinyalah yang dituliskan di Alkitab sebagai garis keturunan Set padahal ada anak-anak lain yang diperanakkan bagi Set selain Enos. Alasan hanya nama Enos yang dituliskan sebagai garis keturunan Set adalah karena dari sekian banyak anak-anak Set, hanya Enos-lah yang terhubung dengan ikatan janji yang Set warisi dari Adam sesaat sebelum Tuhan mengusir dirinya keluar dari taman Eden (Kej 3:15)

Hal tersebut terus berulang hingga pasal 5 berakhir dengan menyebutkan tentang Nuh (Kej 5:32)
Dalam kedaulatanNya, Tuhan telah memilih orang-orang yang akan Ia pakai sebagai pewaris ikatan janji yang Ia buat dengan peradaban umat manusia untuk memastikan terjadinya penebusan atas umat manusia, atas dunia ini – hadirnya kembali realita sorga di bumi ini akan dapat termanifestasi secara penuh (Rom 9:6-18, 8:18-21, Ef 1:3-10, 3:7-11)

Silsilah pembawa ikatan janji kembali berlanjut melalui garis keturunan Sem (anak Nuh) dan menyebutkan tentang Terah serta Abram. Pada akhirnya Terah memutuskan untuk tinggal di kota Haran & Abram-pun ‘diposisikan oleh Tuhan’ untuk menjadi pewaris dari ikatan janji tersebut (Kej 11:10-32)

Bahkan melalui Abram/ Abraham, Tuhan memulai sebuah perjanjian yang baru: melalui garis keturunan Abraham maka bangsa-bangsa akan di berkati; dan disatu sisi lain, garis keturunan Abraham akan berkuasa – menduduki kota-kota musuhnya (Kej 12:1-3, 22:15-18)

Untuk menyingkat waktu, kita bisa melanjutkan silsilah pembawa ikatan janji ini dengan menyebutkan tentang Daud dan garis keturunan Daud yang menjadi Raja segala raja untuk selamanya, yaitu Yesus sendiri (Mat 1:1-17, Luk 3:23-38)

Setelah Yesus, pertanyaan yang harus di jawab adalah siapa sesungguhnya pembawa ikatan janji tersebut di akhir jaman ini? Jawabannya adalah Gereja! (Mat 16:18-19, Yoh 19:34, Kis 2:1-47)

Itu sebabnya di jaman gereja mula-mula, kehidupan Paulus menjadi sangat penting karena dialah orang yang dipercayai oleh Tuhan sebagai pembawa blue print GerejaNya (Kis 19:1-12, Ef 3:1-11, Ibr 9:1-5) Dan hingga sekarang, era Gereja sebagai pewaris ikatan janji masih belum berakhir. Itu sebabnya, hamba Tuhan yang di percayai untuk memegang blue print Gereja akhir jaman menjadi sangat penting. Adalah merupakan wujud dari kedaulatan Tuhan dan suatu anugerah saat saya di pertemukan secara Ilahi dengan Dr Jonathan David; karena saya mendapati dialah orang yang Tuhan percayai untuk membawa blue print Gereja di akhir jaman didalam hidupnya. Adalah merupakan limpahan anugerah yang………

Adalah merupakan limpahan anugerah yang lain lagi saat saya melihat bagaimana Tuhan menanamkan dinamika Roh yang sama seperti yang dimiliki oleh beliau untuk juga beroperasi didalam kehidupan saya – dan itu termanifestasi melalui jemaat BCC dan anak-anak rohani yang Tuhan berikan kepada saya.
Mari kita pastikan ikatan janji Ilahi yang Tuhan telah percayakan untuk kita bawa dalam hidup kita ini dapat berdaya guna secara maksimal untuk menghadirkan realita kerajaanNya di bumi ini.

Tuhan sedang memposisikan kita untuk dapat berfungsi menjadi ‘jembatan penghubung’ bagi orang-orang lain yang sudah ditetapkan Tuhan untuk ikut mengambil bagian menjadi pewaris ikatan janji (Kis 2:39) – bukan hanya menikmati anugerah keselamatan/ pengalaman kelahiran baru saja tapi juga mengalami pencurahan Roh secara sedemikian rupa sehingga kita alami kepenuhan Kristus dalam kehidupan sehari-hari kita. Dan melalui hidup kita, ada kota-kota – seluruh elemen bangsa ini dan bahkan bangsa-bangsa, akan alami realita kerajaanNya (Gal 3:13-14, Rom 8:9-11, Ef 1:17-23, 4:11-16)

Saya berdoa, biarlah Bapa berkenan membuka pengertian kita tentang pentingnya terhubung dan menghubungkan diri dengan orang-orang yang menjadi pewaris dari ikatan janji Ilahi tersebut dan pada saat yang sama, kitapun bisa meresponi, mengambil keputusan secara akurat tentang pemahaman yang kita terima tersebut.

#AkuCintaTuhan (Ps. Steven Agustinus)